Integration, Hip-hop and Live

November 1, 2008

SUAKA POLITIK JADI ‘PROYEK’ DI AUSTRALIA

Filed under: Uncategorized

Metro Tv lagi

Hana Gobay dan Yubel Kareni, dua WNI asal Papua yang ikut dalam rombongan 43 pencari suaka politik tahun 2005 ke Australia, mengaku menjadi korban konspirasi politik dan tipu daya gembong papua merdeka pimpinan Herman Wanggai dan Jakob Rumbiak.

Memilih pulang ke tanah air, pada September 2008, Hana dan Yubel mengisahkan, selama 3 tahun nasibnya tak jelas di Australia. "Para pencari suaka politik di negeri kangguru Australia diperalat pimpinan papua merdeka untuk melakukan aksi unjuk rasa

menuntut merdeka. Organisasi Papua Merdeka pimpinan Jakob Rumbiak dan Herman Wanggai juga kerap melakukan penggalangan dana (fund raising) untuk dana perjuangan kelompok separatis di luar negeri."

 

Nb: Buat yang ngotot tetep ikutan dukung gerakan separatis… (JANGAN BODOH!!!)

SIAPA MEMAINKAN GERAKAN SEPARATIS?

Filed under: Uncategorized

I got this from METROTV Online.

Setelah insiden bendera RMS yang dikibarkan di hadapan Presiden SBY, giliran bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berkibar dalam konferensi masyarakat adat Papua (3/7). Gerakan separatis kembali eksis. Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Polisi Sutanto, dan Kepala BIN Syamsir Siregar adalah orang-orang yang dikenal dekat dengan SBY. Tentunya pengamanan yang dilakukan kepada Presiden SBY juga mestinya ektra ketat. Namun mereka tetap saja kecolongan, bendera RMS berkibar di hadapan Presiden SBY. Mengapa 28 penari cakalele yang membawa bendera RMS mampu menerobos tiga ring pengamanan Presiden? Apa dan siapa yang membuat TNI, Polri dan BIN kecolongan? Adakah unsur “orang dalam”? Ataukah peristiwa ini merupakan permainan untuk mengguncang posisi SBY? Today’s Dialogue edisi Selasa (3/7/2007) mengangkat topik: Siapa Memainkan Gerakan Separatis? Dialog berdurasi 30 menit yang dipandu Meutya Hafid menghadirkan Ali Muchtar Ngabalin (Anggota Komisi I DPR), Wawan Purwanto (Pengamat Intelejen) dan live by phone dengan AM Hendropriyono (Mantan Kepala BIN). Ali mengatakan publik dapat menilai dan memberi penjelasan tersendiri tentang insiden RMS dan OPM yang terjadi. Baginya tidak terlalu penting apakah pernyataan panglima TNI yang mengimbau rakyat untuk melihat insiden ini sebagai masalah separatis sebagai pernyataan untuk mengalihkan perhatian tentang masalah pertanggungjawaban TNI-Polri. Menurutnya yang penting adalah tindakan konkrit yang dilakukan TNI-Polri agar hal serupa tidak terjadi lagi. Sementara Wawan melihat adanya silent operation dibalik insiden RMS. Ia menduga adanya sosok yang bermain dibalik insiden ini. Orang ini diduga punya posisi yang kuat dan orang yangbetul-betul mengerti tentang pengamanan Presiden. Faktanya ketiga ring pengamanan berhasil diterobos. Hendro menanggapi pernyataan Wawan. Menurutnya aksi-aksi yang terjadi sengaja dilakukan untuk menarik perhatian publik. Memancing agar masyarakat dan pemerintah panik. Hendro mengatakan pihak RMS yang punya sejarah separatis dalam catatan NKRI sengaja memancing timbulnya dampak psikologis massa. Ia juga menambahkan insiden RMS kemarin sebenarnya tidak berbahaya, tetapi mungkin menghasilkan reaksi yang tepat sesuai yang diinginkan oknum RMS. Wawan kembali menimpali. Menurutnya insiden RMS kemarin memang tidak membahayakan. Ia menyebutkan ungkapan “zero victim”. Tetapi bukan berarti dapat dianggap angin lalu. Melainkan jelas mengindikasikan adaya permainan di dalamnya. Insiden pengibaran bendera RMS sampai penangkapan sangat mungkin adalah bagian dari skenario tikus yang sengaja masuk perangkap. Orang yang memainkan adalah orang yang sangat pandai dan mengerti protokoler. Hendro kurang setuju akan adanya permainan orang dalam. Menurutnya ini lebih kepada soal koordinasi pengamanan yang lemah. Soal adanya isu insiden RMS terkait dengan Pilkada Maluku, Ali mengatakan DPR belum bisa menemukan benang merahnya. Tetapi ia berpendapat insiden RMS adalah masalah kontra intelejen.Chrst)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan